Ini Dia Manfaat Menulis Jurnal Keseharian untuk Kesehatan Mental

“Orang boleh pandai setinggi langit,tapi selama ia tak menulis. Ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” – Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

Dan pada kesempatan kali ini, artikel yang akan saya bahas adalah jurnal yang mengacu pada jurnal buku harian. Pasti kamu sudah mengetahui bukan apa itu buku harian atau yang biasa disebut dengan diary.

Buku harian atau diary ini yaitu catatan tulisan yang kita buat tentang kehidupan keseharian kita. Orang bebas menulis apa pun yang ia ingin di buku hariannya itu. Tak tahu saat ia tengah sedih, suka, kecewa atau perasaan-perasaan yang lain.

Peranan buku harian juga bisa berbagai macam. Ada yang membuatnya jadi pelampiasan untuk perasaannya di saat itu. Ada pula yang membuatnya jadi pengingat memori yang telah berlangsung. Atau untuk kembali kenang semua masa lalu yang seorang rasakan dahulu. Pada intinya menulis buku harian sangat berguna terlebih untuk emosi seorang. Karna dengan menulis suatu hal yang itu datang dari hati, jadi semua emosi baik itu suka atau sedih jadi juga akan tersalurkan dengan baik lewat tulisan itu, yang mengakibatkan seorang jadi lebih tenang serta nyaman.

Dizaman moderen ini, buku harian bukan sekedar memakai kertas serta pena saja. Tetapi, memakai tehnologi yang makin berkembang juga bisa dipakai. Seperti gadget, notebook, laptop serta yang lain. Seorang jadi lebih gampang untuk menulis suatu hal tanpa ada butuh terasa ribet membawa kertas kemana-kemana. Tetapi menurut saya, dengan menulis lewat kertas serta pena juga akan tambah lebih mengasyikkan. Karna kita di lepaskan untuk berkreasi serta meningkatkan sifat kreatif yang di punyai dalam soal menulis.

Mari kita saksikan sebagian faedah menulis jurnal buku harian atau diary :

1. Untuk merefleksikan diri

Refleksi diri tersebut terkait dengan pelajari serta intropeksi. Jadi dengan kita lakukan refleksi diri jadi kita lakukan satu perenungan pada masa lalu atas apa yang telah berlangsung. Lalu dari situ kita ambil hikmah serta mengerti apa sajakah kekeliruan yang telah kita kerjakan. Begitu berlangsung aksi pada diri untuk lakukan intropeksi serta tahu kekeliruan itu. Hingga di masa yang akan datang kita bisa ketahui mana yang benar serta mana yang kurang benar.

2. Menuangkan inspirasi yang terjebak di otak

Umumnya orang repot mencari inspirasi kemana saja. Menginginkan menulis suatu hal tetapi bingung ingin menulis apa. Serta selanjutnya karna menggagap inspirasi itu tidak kunjung datang, jadi hingga kapan juga akan tidak kesampaian untuk menulis. Walau sebenarnya butuh kita kenali kalau inspirasi itu bertebaran dimana-mana serta kapanpun. Tetapi kitanya saja yang kadang-kadang sangat abai agar bisa menangkap inspirasi terssebut. Inspirasi bisa berasal dari tempat mana saja umpamanya koran, majalah, buku pelajaran, pengalaman pribadi, pengalaman rekan, tv, apa pun itu bisa jadikan inspirasi. Bahkan juga kita keluar dari tempat tinggal untuk berangakat ke sekolah, kantor, atau dimanapun itu. Perjalanan kita untuk hingga ke maksud itu sesungguhnya banyak inspirasi yang bertebaran, Tetapi kita tidak menyadarinya.

3. Melatih untuk menulis mengenai diri sendiri

Banyak penulis yang menuangkan inspirasi mereka dengan pengalaman hidup mereka sendiri. Misalnya Andrea Hirata. Ia memercayakan kemampuan ingatannya saat ia masih tetap kanak-kanak sampai ia beranjak dewasa. Tidakkah itu hal yang simpel? Tetapi kenapa dapat melahirkan karya yang lua rbiasa. Nah, kita ketahui kalau Andrea begitu mengetahui dianya serta masa hidupnya. Baik itu masa saat ia suka ataupun sedih. Serta dengan menulis buku harian, kita juga akan tahu diri kita sendiri. Apa yang buat kita suka, sedih, kecewa serta yang lain