Ketahuan Curi Tas Jemaah, Pemuda ini Jadi Bulan-bulanan Massa

Tindakan pencurian sekarang ini semakin ramai berlangsung, tidak cuma mengarah tempat tinggal, warung ataupun pusat keramaian.Bahkan juga tempat beribadah sekali juga sekarang ini jadi tujuan pencuri dalam lakukan aksinya.

Ketahuan Curi Tas Jemaah, Pemuda ini Jadi Bulan-bulanan Massa
Ketahuan Curi Tas Jemaah, Pemuda ini Jadi Bulan-bulanan Massa

Hal tersebut dibuktikan dengan tertangkapnya seseorang pencuri bernama Ahmad Nur Rokhim (24), warga Kampung Dalam, Kota Kediri, Jawa Timur (Jawa timur) tempo hari Sabtu, (3/2/2018) malam.

Mengenai, waktu itu Ahmad mengambil satu tas punya Jainudin (28), warga Pagu, Wates, Kediri, Jawa timur yang tengah salat di Masjid Baitul Muslim Assidiq yang ada di komplek Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY.

Tetapi dalam lakukan aksinya itu aktor ketahuan serta pada akhirnya jadi bulan-bulanan massa yang berang dengan perbuatan aktor itu.

Kapolsek Danurejan, Polresta Yogyakarta, Polda DIY, Kompol Aslori menyebutkan peristiwa itu berawal waktu korban dengan rombongannya tengah berwisata di Malioboro.

Mengingat waktu itu masuk saat adzan maghrib, korban bersama rombongannya mengambil keputusan untuk melakukan salat di Masjid itu.

Lanjut Kapolsek, saat korban akan melakukan salat, tas kepunyaannya ditempatkan di shaf sisi belakang shaf, persisnya di dekat pembatas shaf pada pria serta wanita.

” Dia (Aktor) itu nyatanya telah ada di Masjid mulai sejak sore serta telah mencermati korban waktu datang. Sebelumnya beraksi, aktor juga salat di Masjid itu, serta waktu korban salat, dia jadi ngambil tas miliki korban, serta punya niat keluar dari Masjid, ” tuturnya waktu didapati di Makopolsek Danurejan, Senin (5/2/2018).

Sambung Kapolsek, selesai melakukan salat, korban punya niat ambil tas kepunyaannya untuk bergegas meneruskan wisatanya di Malioboro.

Tetapi waktu juga akan ambil tas itu, korban merasakan tasnya telah tidak ada ditempat awal mulanya.

Ketahui hal itu korban lalu berupya mencari kehadiran tasnya yang diisi 2 smartphone, satu dompet diisi uang serta charger smartphone.

Dikatakannya, saat korban tengah mencari kehadiran tas kepunyaannya, korban lihat ada kerumunan orang di pos Satpam DPRD.

Karna penasaran, korban mendekati kerumunan itu, seperti memperoleh titik jelas di waktu tersebut korban temukan tasnya ada di pos Satpam itu.

” Nyatanya satpam yang berjaga telah berprasangka buruk dengan gerak gerik aktor waktu masuk Masjid. Selesai dilihat nyatanya benar, aktor ini ketahuan ambil tas korban, serta segera di tangkap. Orang-orang yang tahu bila ada pencuri di tangkap segera datang serta memassa aktor, ” ucapnya.

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya yang memperoleh laporan dari warga setempat segera mendatangi tempat peristiwa serta mengamankan aktor dari amukan massa.

Disibakkan juga oleh Kapolsek, kalau karena amuk massa itu aktor menanggung derita sebagian luka di anggota badannya.

Diterangkan Kapolsek, kalau terkecuali mengamankan aktor, pihaknya juga mengamankan tanda bukti tas punya korban yang dicuri oleh aktor.

Berkaitan amuk massa yang dikerjakan orang-orang pada aktor, pihaknya mengimbau supaya tidak lakukan hal itu.

Kapolsek menginginkan orang-orang supaya tidak main hakim sendiri serta selekasnya memberikan laporan pada pihaknya bila merasakan hal sama, mengingat pihaknya lah yang berwenang untuk bertindak pada aktor itu.

” Bisa laporan, kami segera datang ke TKP, waktu itu aktor telah luka-luka. Kerena itu kami bawa ke rumah sakit dahulu serta kami setelah itu kami bawa ke Mako untuk diolah. Aktor tidak ditipiring, karna kerugian korban lebih dari Rp 2, 5 juta, karenanya aktor tetaplah kami sistem selanjutnya, ” ujarnya.

Sumber : hargatas.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *